Aku SANGAT tidak bisa menerimamu apa adanya ……..

handshake

Hai semua nama ketemu lagu sama gue, Deo

BTW ,postingan ini sebenarnya mau gue jadikan postingan ke dua tapi berhubung postingan pertama belum jadi yaaa…. di publish dulu deh😀

Nah, pada kesempatan kali ini, gue mau ngomongin PACARAN.Mumpung lagi galau ,habis berpisah dengan “not” happy ending.

OK ,straight to the point …

Akhir akhir ini gue sering gak sengaja mendengar kalimat :

“Aku menerima kamu apa adanya, bukan ada apanya”

dan respon gue adalah

“dude, seriously?”

dengan nada yang heran.

Dulu, gue juga punya keyakinan atau prinsip “dia kan org yg gue senengi , berarti gue harus menerima semua keadaaa diri nya…” cuman, itu semua BERUBAH seiring dengan perkembangan diri NYA. Yang tadinya “aku menerima mu apa adanya tetapi setelah “kejadian” itu, menjadi “aku punya standart yang tinggi…” atau dalam bahasa lainnya “gue gak bisa menerima lo apa adanya”

Ketika gue masih berpikiran “menerima apa adanya…” apa yang gue rasakan adalah percampuran antara IKHLAS, SAYANG, tapi DICUEKIN ,kebayang sakitnya ,nggak ? …. kalau nggak, sanah potong dadu lidah lo pakai memes (cutter). Contoh kasusnya yah, misalnya gue punya pacar yang tukang ngambek, setiap bulan selalu aja ada yang dipermasalahin. Karena “menerima apa adanya…” gue ikhlaaaaaassssssssss diomel omelin, dibuat pusing sendiri dengan kelakuan dan pikir dia, dan namanya juga diomelin, pastinya hati dan pikiran itu rasanya pengen teriak “ARGH!” , “Shut The Hell Up !”,dll. Dan momen yang paling menyakitkan adalah ketika orang lain bilang “lo udah tau gak bahagia sama dia, masih aja dipertahanin…” dan kita dalam hati cuman bisa bilang “gue menerima apa adanya… Sekaligus DIBEGOIN… Sama diri gue sendiri…”

TAPI…

Setelah itu, pemikiran gue tentang pacaran berubah dari yang “menerima apa adanya…” menjadi “gue punya STANDART dan standart gue TINGGI…”. Gue punya semacam penilaian dimana orang ini berhak menjadi org yang spesial buat gue atau enggak. Kalau nilai dia diatas standart yang telah gue tetapkan, maka dia boleh menjadi org yang layak untuk gue cintai. Tapi kalau dia dibawah standart yang telah gue tatapkan, ya maaf, kita gak cocok.tapi ingat penilaian gue bukan cuman dari FISIK ! (jadi jangan pernah nganggep gue mata keranjang,dll…… untuk sekarang bahkan sampai dewasa nanti).

Mungkin kedengarannya belagu, sombong, atau nyolot bahkan mbacot, tapi apa yang gue lakukan ini adalah salah satu bentuk KEBAIKAN dan KETEGASAN untuk diri gue sendiri. Gue gak mau terjebak dalam pandangan “menerima apa adanya…” didalam hubungan yang  (apa lagi) TIDAK SEHAT. Buat gue, terjebak dalam hubungan yang tidak sehat sama aja menyiksa diri. Lalu bagaimana kita mau DIPASANGKAN dengan orang yang BAIK kalau kita tidak baik terhadap DIRI SENDIRI. Makadari itu, selagi janur kuning belum diangkat dan mas kawin belum di serahkan, tetapkan STANDART dan TEGASLAH !!

Terakhir, nama gue Deo…

Karena ketegasan inilah, gue masih bisa berdiri dengan kaki yang kuat dan badan yang tegap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s